Sebagai provinsi kecil
dengan pulau-pulau yang tersebar-sebar, ekonomi Maluku Utara didominasi
oleh usaha kecil, perdagangan nonformal, petani dan nelayan. Hanya ada
segelintir usaha kecil menengah sebelum konflik, yaitu beberapa sawmill
(kilang penggergajian) dan manufaktur kayu lapis, perusahaan
pertambangan emas dan nikel, penggilingan kelapa, perkebunan pisang,
perusahaan perikanan berskala menengah, dan sejumlah badan usaha milik
negara, seperti PT PLN, PT Inhutani dan PT Usaha Mina yang masing-masing
bergerak di bidang kelistrikan, kehutanan dan perikanan.
Penampilan perekonomian Maluku Utara sejak krisis
ekonomi nasional langsung anjlok total. Indikator merosotnya
perekonomian Maluku Utara antara lain bisa dilihat pada penurunan nilai
ekspor. Di era sebelum krisis, nilai ekspor komoditas nonmigas Maluku
Utara sempat membuat lompatan yang mengesankan.
|
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Februari 2013
Ekonomi maluku utara
Langganan:
Postingan (Atom)