Sejak masa terbentuknya masyarakat pertama di Ternate, Cakalele sudah menjadi tradisi masyarakat di kepulauan ini. Seperti halnya di tempat lain di kepulauan Maluku dan sekitarnya, “Cakalele”
merupakan bentuk tradisi atau kebiasaan dalam masyarakat tradisional di
daerah ini. Tradisi Cakalele sebenarnya bermula dari daerah Maluku
Utara, yang kemudian meluas ke daerah-daerah pengaruh kerajaan hingga
sampai ke daerah Maluku Tengah (Ambon & Seram), termasuk juga ke wilayah semenanjung Sulawesi bagian utara (di Minahasa juga ada tradisi Cakalele ini)
dan juga di kawasan sepanjang pantai timur pulau Sulawesi. Mereka masih
tetap menggunakan istilah Cakalele ini sebagaimana sebutan asal yang
berasal dari kosa kata bahasa Ternate.
PENGERTIAN
PENGERTIAN